image

Tahukah anda Kawasaki KZ200 atau di Indonesia lebih dikenal dengan “Binter Merzy”  [1] ? Ada rumor bahwa motor ini dirakit di pabrik Bajaj (India), bahkan ada testimoni tentang ditemukan logo Bajaj pada kwitansi pembelian dari salah seorang anak pemiliknya [2]. Tapi setelah dicari, kDW kesulitan mendapat literatur terpercaya yang mengungkap kebenaran rumor ini.

Sejarah mencatat, sejak tahun 1986 Bajaj dan Kawasaki memulai kerjasama dengan meluncurkan dua produk, yaitu KB100 dan KB125 [3]. Sedangkan KZ200 sendiri diproduksi Kawasaki direntang tahun 1978 – 1984, dua tahun lebih awal sebelum adanya kerjasama itu. Mungkinkah kerjasama sebelumnya sengaja dirahasiakan? Entahlah… :)

Tapi setidaknya mulai tahun 2001 ‘jejak’ KZ200 itu bisa ditemukan di motor Bajaj Pulsar [4]. Lho… kok, dimananya? Coba perhatikan blok mesin kedua motor tersebut, ada kemiripan tampilan, salah satunya adanya kaca intip oli [5]. Jadi, ada kemungkinan kan kalau dulu Binter Merzy itu dirakit oleh Bajaj? Silahkan didiskusikan, kalau ada sumber lain yang memperkuat atau mementahkan dipersilahkan share disini. Tring!
(kDW)

[1]. http://dwinugros.wordpress.com/2010/09/03/kawasaki-kz-200-binter-merzy-bintangmu-tak-seterang-sinarmu/
[2]. http://moto-story.blogspot.com/2013/06/kolaborasi-kawasaki-bajaj-tak-lagi-samar.html?m=1
[3]. http://www.motorbeam.com/bikes/bajaj-bikes/the-history-of-bajaj-auto/
[4]. http://dwidhaswara.wordpress.com/tag/pulsar-tahun-2001/
[5]. http://www.prides-online.com/showthread.php/11335-Belajar-sejarah-yuk.-Bajaj-Pulsar…150-180-dan-selanjutnya?p=1984639

TVS-BMW-UT

April 8, 2013, Chennai: TVS Motor Company and BMW Motorrad have signed a long-term cooperation agreement. The aim of the cooperation is to join forces to develop and produce a new series of motorcycles that will cater to the segment below 500 cubic centimeters. This was announced at a press conference today in Chennai. The various stages through to the finished serial production motorcycle will be planned by both partners but implemented with different focus areas on each side leveraging the strengths of both companies. The cooperation agreement involves the two companies each offering their own vehicle derivatives, which will be sold through their own distribution channels in India and across the globe.

Both contractual partners commented on the future cooperative venture at the press conference.

Stephan Schaller, President BMW Motorrad:

“In view of changing motorcycle markets, demographic developments and increasing environmental demands we are expanding our product range so as to tap into fresh growth potential. We have a highly expert and experienced partner in the TVS Motor Company. This means that in future we will be able to offer vehicles in smaller capacity classes in addition to the BMW Motorrad core segments. Various types of motorcycle are conceivable: they will meet the expectations of a BMW motorcycle in terms of riding fun as well as setting a new benchmark when it comes to stability, agility and performance figures. I regard this long-term cooperation as an important step along the road to profitable, sustainable growth.”

Venu Srinivasan, Chairman TVS Motor Company:

“With BMW Motorrad, we see an ideal long-term strategic partner who shares our core values: focus on quality, engineering prowess, innovation and customer satisfaction. We intend to leverage each other’s strengths to deliver a new series of products offering cutting edge technology for our customers.”

The cooperation partner BMW Motorrad is one of the world’s leading manufacturers of motorcycles and scooters in the premium segment. Celebrating its 90th anniversary in 2013, BMW Motorrad is an integral part of the BMW Group with its brands BMW, MINI and Rolls-Royce.

As an international company, the BMW Group operates 28 production and assembly plants in 13 countries as well as a global sales network with branches in over 140 countries (BMW Motorrad over 100). The main production facility of BMW Motorrad is located in Berlin, Germany.

In 2012, the BMW Group sold approximately 1.85 million cars and more than 117,000 motorcycles worldwide. Pre-tax income amounted to around 7.82 billion euros (motorcycles 6 million euros), with turnover at 76.85 billion euros (motorcycles 1,490 million euros).

The BMW Motorrad model program comprises 19 premium motorcycle and scooter models from 650 to 1600 cc in the categories Enduro, Sport, Roadster, Tour and Urban Mobility. The company is market leader in 13 countries, the core markets are Germany, USA, France, Italy and Brazil.

TVS Motor Company is one of the largest motorcycle manufacturers in India with an annual production volume of some 2 million units and a turnover of 1.3 billion USD. TVS Motor Company is the flagship company of the 100 year old six billion USD TVS Group, which has some 40 companies and holdings in the automotive sector. TVS Motor Company offers the widest range of product in the Indian two and three wheeler industry. The company’s customer inspired engineering approach, has enabled it to introduce a wide product range that caters to all industry segments. TVS Motor Company has international presence in more than 50 countries in Asia, Africa and Latin America.

Sampingan  —  Posted: April 9, 2013 in TVS

KTM RC25

Cukup mengejutkan! Setelah sukses memproduksi Duke series berkubikasi dibawah 400cc, kolaborasi antara KTM dan Bajaj dikabarkan akan menggarap segmen sport ber-fairing cc kecil untuk pasar Asia. KTM-Bajaj kini sedang menyiapkan KTM RC25 yang merupakan mini superbike dari KTM RC8. Seperti apakah itu? Berikut penjelasannya:

“The 250cc engine might have a max power output of more than 30 Bhp and a peak torque figure of 25 Nm. These power figures will make the KTM 250 as powerfull as the Ninja 250R and the new model will be positioned between the Duke 200 and the Duke 390.” Artinya kurang lebih begini; “Mesinnya 250cc dimungkinkan memiliki tenaga puncak lebih dari 30 Bhp dan torsi puncak 25 Nm. Tenaga yang dihasilkan KTM 250 ini setara kuatnya dengan Ninja 250R dan model terbaru ini akan diposisikan (harganya) diantara Duke 200 dan Duke 350.”

Hmm…, spesifikasinya mirip ya dengan rumor Pulsar 250R pada awal tahun 2009 yang lalu yang katanya tertunda karena “menghormati” Kawasaki Ninja 250R. Apakah rumor Pulsar 250R akan mencuat ke permukaan lagi? Sepertinya iya mazbro dan mungkin bisa terwujud. Keberadaan KTM RC25 merupakan lampu hijau bagi generasi Pulsar genre sport fairing 250cc, seperti halnya fenomena KTM Duke 200 – Pulsar 200 NS dan rencana KTM Duke 390 – Pulsar 375 NS. Setuju? (kDW)

Posted by Opera Mini 7.1 for Nokia E50

Gokil banget nich! Hari Rabu kemarin (27/11) tanpa rencana tiba-tiba harus ke Bandung karena ada urusan penting yang harus segera diselesaikan. Walau berangkat agak siang, nyempetin rehat dulu di warung kopi langganan seputar Gracia Ciater. Pas memarkirkan ‘Anna’ dan menggunakan standar samping lalu turun… Weit! Kaki kanan terasa aneh saat diangkat, geser keluar euy…! Ternyata karet pijakan hampir lepas akibat baut dan besi pelindungnya raib!!! Entah jatuh dimana… :tepokjidat:

DSC01223

Hmm.., disinyalir terjatuh di jalan akibat getaran. Ah perasaan gak ngebut-ngebut amat kok?! Tapi cukup logis juga sich, kan udah lebih dari 4 tahun tuh baut nemplok disitu dan luput dari perhatian. Sama sekali gak pernah dicek kekencangannya. Akhirnya untuk mensiasati agar tidak lepas sampe Bandung, disela menunggu bandrek susu panas tiba kDW menyumpalnya dengan daun jati sebanyak 2 lembar… :mrgreen:

Setelah urusan selesai, dibawah rintik hujan yang mengguyur kota Bandung, kDW digiring 2 sahabat komunitas Pulsar setempat ke Bengkel Bajaj Kopo. Tadinya sich cuma mau diakalin pake baut biasa, tapi perasaan kalo gak original gimanaaaa gitu…. Soalnya footstep Pulsar itu unik, ada besi pelindung menyiku dan tonjolan baut yang berguna dikala cornering. Sebagai indikator kalo motor sudah benar-benar rebahan di aspal. Hahaaa… :D

Oh ya, harga satu set footstep kanan lumayan mahal, Rp. 65.200,-, cukup untuk menebus 9 bungkus nasi goreng… So, dari pada ilang, saat ini juga cek dan kencengin baut-baut footstep Pulsarnya yaaak…. Lebih aman lagi dilanjut olesi lem besi aja. Segitu dulu artikel ringan dari kDW, sampai ketemu di artikel berat! Ciaooo… (kDW)

Zia Auto Care adalah bengkel modern terpadu yang cukup ternama di kota Subang, berpusat di Jln. Arief Rahman Hakim (perempatan Tegal Kalapa) dan telah membuka cabang di Jln. MT. Haryono (perempatan Cadika), Subang. Layanan penjualan accesories/sparepart dan jasa service lengkap untuk mobil dan motor yang dilengkapi caffe ber-free hotspot juga layanan cuci kendaraan merupakan daya tarik tersendiri. Bahkan cabangnya di MT. Haryono dipadu dengan resto cepat saji JFC, Jupe Fried Chicken. Siapa yang gak betah coba? Service rutin sekalian sambil nyuci, saat menunggu bisa sambil ngopi-ngopi / makan dan internetan sepuasnya.

Ya, hal diataslah yang membuat kDW juga lebih memilih mencuci Pulsar kesayangan di Zia Auto Care walau tarifnya 3ribu lebih mahal dari tempat pencucian motor lainnya. Tapi hari ini (17/11) kDW mengalami puncak kekecewaan. Layanan pencucian kendaraannya seakan mendiskriminasikan konsumen yang membawa kendaraan roda dua, alias motor.

Hari ini adalah ketiga kalinya (berturut-turut) motor kDW ditolak untuk dicuci di Zia Auto Care Jln. MT. Haryono, Cadika – Subang dengan alasan yang sama, “karyawan yang mencuci motor tidak masuk kerja”. Padahal setiap ada penolakan itu setidaknya ada lebih dari 10 orang karyawan dan 1 dari 3 tempat cuci mobil sedang kosong, artinya tidak sedang penuh dan dengan sedikit sabar menunggu motor saya bisa dikerjakan. Toh kDW juga mau sambil menikmati paha ‘Jupe’, menunggu sampai sejam pun gak masalah lah.

Sesaat setelah motor diparkir dekat tempat cuci motor kDW merasa dicuekan, tidak ada karyawan yang menghampiri, semua sok sibuk dengan kerjaannya. Baru setelah menyapa dan menunjuk ke arah motor, seorang karyawan memberitahu rekan kerjanya (koordinatornya mungkin), dan setelah mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat didapat jawaban “Teu tiasa A, nu didamelna teu lalebet” (Gak bisa mas, yang kerjanya gak pada masuk). Bahkan sewaktu penolakan kedua ada tambahan kalimat, “Besok kesini lagi aja”. Whattt? Mau nyuci motor sekarang harus nunggu besok!? Untungnya saat itu masih bisa sabar.

Mendengar penjelasan itu, kDW menghampirinya dan bilang, “Kang, tau gak. Saya sudah ketiga kalinya ditolak gini. Apa enak??”, melihat kDW sedikit emosi dia panggil temennya, “Gimana ini?”, seraya mau mencuci motor. “Sudah, gak perlu. Saya cuma minta ketemu atau minta nomor Hp bos disini aja. Saya mau komplain…!”. Dengan gugup karyawan itu mempersilahkan kDW menemui koordinatornya. Tapi sang koordinator bungkam dan menyuruh saya menemui bosnya di bengkel yang di Tegal Kalapa, akhirnya saya ‘dilempar’ ke resepsionis yang juga akhirnya berusaha merujuk kDW menemui seseorang di JFC untuk mendapatkan nomor Hp bos-nya tersebut. Tapi kDW menolak diping-pong, akhirnya terjadi percakapan;

“Sudah, kalo gak ngasih saya komplain ke mbak aja. Tolong sampaikan ke bos-nya. Mbak apakah tempat pencucian ini untuk mobil saja? Atau juga termasuk motor?”

“Termasuk motor juga A. Emang kenapa?”

“Mbak, motor saya sudah 3x berturut-turut ditolak nyuci disini. Kalo memang gak terima motor, tolong pasang plang “KHUSUS MOBIL”, saya hargai dan gak akan protes kayak gini. Ini diskriminasi! Atau nyuci motor saya itu lebih susah dari mobil? Tinggal sesuaikan lagi aja harganya, yang penting pelayanan memuaskan.”

“Mungkin lagi penuh A, jadinya begitu. Ma’afin ya A”

“Oke. Tapi kenapa ditolak berkali-kali? Lagian kan saya bisa menunggu. Sambil makan, ngopi atau bengong sekali pun mbak.”

Nah, postingan ini kDW tulis sebagai ungkapan “komplain” kepada pihak pimpinan dan management Zia Auto Care. Semoga bisa menanggapinya dengan bijak, mengklarifikasi dan memperbaiki/membenahi SOP pelayanannya. Kalau seandainya masalah penolakan ini akibat malasnya para karyawan mencuci motor saya (Pulsar memang banyak celah yang susah dibersihkan), mohon berikan teguran guna mempertahankan kwalitas pelayanan. Jika keberatan tinggal disesuaikan saja tarifnya, harus bayar berapa? Terimakasih.

(kDWblog)

“Perjanjian tersebut bukan usaha patungan tetapi kemitraan distribusi yang sederhana”. -Rajiv Bajaj-

Ditengah gosip Bajaj akan cabut dari Indonesia, sekarang ada lagi
selentingan wacana Bajaj akan dibeli Kawasaki di Indonesia. Lagi-lagi Bajaj Indonesia diterpa gosip yang tentu akan membawa efek negatif bagi Bajaj di Indonesia dan seluruh pemakai Pulsar di Indonesia khususnya.

Bajaj Auto India memang telah memutuskan untuk me-“link”-kan antara Bajaj dan Kawasaki dalam kerjasamanya untuk pasar Indonesia. Seperti yang sudah pernah saya posting beberapa waktu lalu, dalam point perjanjian kerjasama tersebut mengatakan bahwa Kawasaki hanya membantu pendistribusian produk Bajaj dalam hal ini dimulai dari Pulsar 200NS.

Kerjasama itu hanya Distribution Partnership seperti yang dikutip dari news.xinhuanet. com, “clarified that the arrangement is not a joint venture but a simple distribution partnership. “We did not think getting into a marketing joint venture was necessary,” he said.

Dalam kerjasamanya selama 30 tahun dengan Kawasaki, Bajaj tidak pernah Join Venture dengan Kawasaki. Salah satu tujuan dengan kemitraan distribusi ini adalah agar Bajaj dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat khususnya di pasar Asia. Jadi tidak ada efek “kanibalisasi”, karena kita tahu sendiri Kawasaki fokus ke motor sport dengan kapasitas cc yang lebih besar sementara Bajaj cc yang lebih kecil. Setelah Indonesia, Bajaj akan juga memulainya di Brazil dengan kerjasama yang kurang lebih sama bersama Kawasaki.

Memang, pada awalnya Bajaj mencoba sendiri masuk ke pasar Indonesia dan mendirikan anak perusahaan BAI pada 2007 dengan kepemilikan saham 98.94 % dengan tujuan agar Bajaj dapat mengetahui dulu pasar disini sambil menentukan langkah strategi apa yang mesti diterapkan, namun seiring berjalan nya waktu, itu seperti membutuhkan waktu yang ekstra dan proses yang tidak sebentar, jadi memang dengan bermitra adalah strategi yang sudah tepat. Total investasi Bajaj Auto tercatat sebesar 1.378.200.000 rupee (25 juta dolar AS) pada tanggal 31 Maret 2012.

So, clear ya mas bro jadi tidak ada beli membeli antara Bajaj dengan Kawasaki, yang hanya ada kerjasama dalam hal pendisribusian di Indonesia yang sudah pasti akan terealisasi pada 2013. Mengenai selanjutnya bentuk kerjasamanya seperti apa lagi, itu adalah wewenang Bajaj, karena saya hanya menginfokan, tidak lebih. Tidak mudah memasuki pasar Indonesia yang dikuasai oleh “The Big Four” dan keinginan masyarakat yang beragam, jadi memang kerjasama dengan Kawasaki adalah hal yang paling masuk akal. Salam.

(Pulsar 200NS Indonesia)

Kehadiran New V-Ixion tinggal menghitung hari, setidaknya dua pekan lagi akan dilaunching pada perhelatan Jakarta Motorcycle Show , 31 Oktober – 04 November 2012 mendatang. New V-Ixion akan tampil segar dengan wajah baru dan penambahan fitur, diantaranya sensor O2 dan rear disc brake. Lalu, gimana nasib (old) V-Ixion?

Apakah dengan kehadiran produk terbaru mengharuskan yang lama itu di-discontinue? Idealnya YA, tapi kDW rasa TIDAK untuk V-Ixion! Lho mengapa??? Walau lifecycle V-Ixion sudah berumur 5 Tahun dan memang saatnya untuk perombakan yang radikal, tapi saat ini angka penjualannya masih ‘merajai’ segment sport, masih bisa tembus 30.000 unit per bulan! Ini membuktikan bahwa (old) V-Ixion masih diminati. Kehadiran New V-Ixion hanyalah upaya prepentive YIMM untuk mempertahankan eksistensinya dari ‘goyangan’ kompetitor.

Issue akan hadirnya New V-Ixion sama sekali tidak menyurutkan minat pembeli untuk meminang (old) V-Ixion, malah cenderung meningkat. Pertimbangan lainnya, belum tentu semua suka dengan tampilan New V-Ixion. Maukah YIMM untuk terus menjualnya dan ditandemkan dengan gen anyar!? Tentunya dengan pricing strategy yang tepat. Jadi penikmat martabak telor ditawari pilihan martabak telor ‘special’, tidak harus dipaksa beli yang ‘special’ saja. Kalo pada pindah beli roti bakar gimana…??? Ada masukan lain?

(kDWblog)