Arsip untuk Januari, 2012

Pulsar 200NS, line-up premium dari Bajaj

Pasca munculnya New Pulsar 200NS, kegalauan melanda bikers Indonesia, khususnya para Pulsar rider. Selain suka cita menyambutnya juga timbul kekhawatiran. Lho kenapa? Terang saja…, Pulsar 200NS hadir dengan lompatan yang luar biasa, berpenampilan jauh lebih macho dan agresif dengan teknologi mesin terkini membuat Pulsar series yang dimiliki jadi nampak jadoel. Akankah yang lama discontinue? Terus bagaimana nich sparepart…? Haddoooohhhh…..

Tenang mazbro… Berdasar press release dari Bajaj Auto, Pulsar series lama tidak akan didiscontinue, selama permintaan pasar masih bagus masih akan terus diproduksi dan dipasarkan. Begitu pun keterangan dari Rizal Tandju, Marketing Manajer PT. Bajaj Auto Indonesia (BAI), ketika ditanya kepastian kehadiran Pulsar 200NS mengatakan bahwa BAI masih fokus pada penjualan Pulsar series lama yang penjualannya cukup tinggi dan peminatnya tidak berkurang dari tahun ke tahun. So… Lanjut mazbro…

Ketika nanti dijual di Indonesia kDW yakin, Pulsar 200NS tidak akan mengganggu pasar Pulsar series pendahulunya. BAI pun tidak akan kaku memaksa menempatkan harganya diantara p180 dan p220. Ingat…, walaupun 200cc ini secara tampilan dan spek diatas lho… Jadi dipastikan BAI akan menempatkan Pulsar 200NS ini sebagai produk premium, seperti PCX dan CBR seriesnya AHM lah… Merujuk pada analisa TMCBlog dengan perhitungan rasio (lihat tabel dibawah), rentang harga ideal Pulsar 200NS adalah di 22,1-26,5juta. Misalkan harga dibenturkan dengan kompetitor yang sekelas (24jt-an), maka pasar p220 (18,6juta), p180 (16,1juta) apalagi p135 (14,75) tidak akan terganggu.

sumber: TMCBlog

Nah, tenang kan sekarang? Tapi gimana menurut mazbro tentang langkah mem-premium-kan Pulsar 200NS ini, setuju? Silahkan dikomentari… (kDW)

sumber: TMCBlog

Sekedar share aja mazbro dan ini bukan riding report hehehe…, hanya berbagi pengalaman pribadi kDW memakai ban FDR XR Sport EVO di Pulsar. Pemakaian selama hampir sebulan dengan melibas berbagai medan dirasa cukup untuk diambil kesimpulan.

FDR XR Sport EVO cocok untuk digunakan di aspal mulus, cukup lengket dan menggigit saat jalanan kering apalagi ketika suhu ban sudah optimal. Bermanuver sangat nyaman tanpa was-was sliding dan terjatuh, begitu pun dibawa merebah di tikungan pun tetap pede. Saat kondisi jalanan basah pun masih dirasa cukup nyaman, dicoba panic braking masih mumpuni…. Puas!

Lain cerita ketika melibas jalanan offroad. Hari Minggu kemaren (29/01) kDW dan kang Deden mencoba menembus jalur Desa Darmaga (Cisalak, Subang) ke Cikole (Lembang) via Cupunagara, sebuah Desa terisolir di selatan Kab. Subang. Kondisi jalan yang dilalui sangat parah, cukup bervariasi, sebagian kecil aspal lepas yang sudah berubah menjadi hamparan batu padat, lubang berlumpur campur tanah merah, terkadang berubah menjadi sungai, tanah merah dan tanah liat menghiasi tanjakan dan turunan curam.

Bebatuan padat dan lepas kering masih mudah dilewati, tapi ketika melibas medan berlumpur dan berbatu motor sangat liar untuk dikendalikan. Licin….mazbro!…, dan ketika dihadapi tanjakan panjang nan curam, yang kebetulan diguyur hujan gerimis, seakan FDR XR Sport EVO ini tak berdaya, daya cengkram hilang… Sempat motor tidak naik dan malah mundur di tengah tanjakan, untung dengan sigap menurunkan standar samping, menekuk stang dan mematikan mesin, kondisi gigi di satu dan ban belakang diganjal batu.

Saat itu instink mengatakan bahwa tidak akan sanggup, memaksa naik yakin celaka… Akhirnya menunggu trek kering, waktu 20 menit dihabiskan untuk istirahat, mengumpulkan tenaga yang terkuras di setengah perjalanan. Setelah dirasa cukup kering, sebelum memulai tidak lupa tekanan ban dikurangi, dengan bantuan dorong kang Deden akhirnya bisa melewati tanjakan maut itu. Tapi tidak cukup disitu, trek menyiksa masih membentang dihadapan. Trek sepanjang 32 KM itu akhirnya bisa ditempuh dalam waktu lebih dari 3,5 jam perjalanan. Huhhhh….

Kesimpulannya, pertama, ban ini cocok untuk onroad tapi tidak untuk melibas trek offroad… Kedua, kDW yang hobby blusukan ternyata salah pake ban hehehe…. Jadi kangen MRF yang anteng dibawa maen-maen di jalan ginian…

Hehehe…. Monggo dikomentari (kDW)

Menarik nich mazbro… Ane copas dari Motoroids.com. Silahkan disimak…

“Does the Pulsar 200NS share its components with the KTM 200 Duke…?”

MD Rajeev Bajaj first says NO. And then adds that even if it did, he wouldn’t want to share those details, as Pulsar and KTM 200 are two different products by two different brands with their own distinct identities. There are, however some synergies between the two brands, two of them. First, KTM does share its knowledge about motorcycles and the software used with Bajaj. Secondly, KTM benefits from the economies of scale of Bajaj Auto. BAL MD insists that the components in two similar machines to share synergies don’t have to be same as long as they share the manufacturing facility and the cost overheads.

KTM Duke 200 - Pulsar 200NS (sumber: TMCBlog)

Sengaja tidak ditranslete agar tidak mengurangi makna. Cukup jelas kan? Gimana pendapat mazbro? Silahkan dikomentari… (kDW)

“Saya yakin bahwa Pulsar terbaru ini akan menjadi motor sport yang paling menakjubkan di dunia. Keyakinan seperti DTS-i yang mengambil pasar seperti badai, teknologi baru di Pulsar akan mengguncang pasar dekade ini,” ucap Managing Director Bajaj Auto, Mr. Rajiv Bajaj seperti dikutip kDW dari Rushlane.com, Senin (30/01) kemarin saat peluncuran New Pulsar 200NS.

Terbukti…! Sosok gen Pulsar berpenampilan baru nan agresif dan ini, hanya dalam hitungan jam setelah dilaunching sanggup menghenyakkan bikers di seluruh dunia… Pulsar 200NS hadir nyaris tanpa cela, semua yang diidamkan bike enthusiast hadir disini dan hampir semua Pulsar riders Indonesia pun dilanda kegalauan. Menakjubkan…!!!

Dibanding KTM Duke 200 pun dari sisi tampilan New Pulsar 200NS ini jauh lebih keren. Mesin powerfull yang padat dipadu dengan desain agresif dan dinamis plus fitur-fitur modern seperti rangka twinspar (deltabox), monoshock gas berkanister, liquid cooled, triple sparkplug, rem cakram depan-belakang, LED tail lamp, midshift muffler dan lainnya mempunyai nilai plus untuk melengkapi aura naked sport. Disinyalir desain seperti ini pun lebih diterima dibanding KTM Duke yang ber-genre supermoto.

Dikabarkan, desainernya adalah Edgar Heinrich, mantan desainer BMW Motorrad yang bekerja menjadi Vice President Product Design Bajaj Auto sejak Juli 2009 berkolaborasi dengan Joseph Abraham dari KTM sebagai konsultan. Pantas saja…. Jadi kapan nich masuk Indonesia? Sebaiknya BAI segera merilis Pulsar 200NS ini secepatnya. Kita liat sepak terjangnya 6 bulan kedepan. (kDW)

Setelah dua kali batal diperlihatkan kedepan publik pada bulan November 2011 dan saat gelaran Delhi Auto Show awal bulan kemarin, akhirnya hari ini (30/01) Bajaj Auto melaunching All New Pulsar. Sungguh diluar dugaan, dalam rangka memperingati 10 tahun debut Pulsar, Bajaj mempersembahkan maha karya yang benar-benar baru, berbeda dengan generasi sebelumnya baik dari segi desain maupun dapur pacu. Bahkan penampakannya diluar ekspektasi kDW, ternyata ini lebih dari seperti penampakan di ‘spyshoot’. Sungguh penantian yang tidak sia-sia…. Mangstab!

Sosok motor yang dinamai “Pulsar 200 NS, Naked Sport” ini benar-benar tampil agresif, untuk detailnya silahkan mazbro pelototin photo-photo terlampir. Yang menarik adalah bentuk headlamp, pemakaian sasis twinspar / deltabox dan adanya rear disck brake yang selama ini luput dari penampakan spyshoot.

Nah dari segi mesin juga luar biasa, ternyata tidak jauh dari prediksi kDW beberapa waktu yang lalu. Pulsar 200 NS dibekali mesin single cylinder berkubikasi 199,5 cc, 4 katup SOHC dengan tiga busi dan 6-speed, bisa memuntahkan tenaga puncak 23,5 Ps @9500 rpm dan torsi maksimum 18,3 Nm @8000 rpm. Dengan bobot 145 Kg diklaim bisa melesat sampai 136 Km/Jam. Akselerasi 0-60 Km/Jam ditempuh dalam 3,61 detik dan 0-100 Km/Jam dalam waktu 9,83 detik. Mesin ini berbasis mesin Duke 200 dengan menggabungkan teknologi KTM dan Bajaj.

Gimana mazbro? Sungguh Pulsar 200 NS ini bikin galau kDW…, selamat tinggal Duke 200 !…. Oh ya, apa jadinya ya jika motor ganteng ini datang ke tanah air? Yakin dah…, setelah melihat ini ada sketsa yang dihapus dan kembali memutar otak menggoreskan pena biar jagoannya gak bikin malu parkir disamping Pulsar 200 NS hehehe… 😀 (kDW)

sumber gambar: indiancarsbikes.com

Kalau benar penampakan aslinya seperti gambar diatas. Apa yang mazbro pikirkan? Ehhh… Coba perhatikan, kok ada rear disc brake-nya ya… Semoga saja iya. Silangkan dikomentari… (kDW)

sumber: indiancarsbikes.com

Pada tahun yang kelima kerjasama antara Bajaj dan KTM terlihat perkembangan yang sangat baik. Upaya melakukan riset bersama untuk memproduksi mesin KTM berkubikasi kecil membuahkan hasil, sekarang KTM Duke 125, 200 dan 350 diproduksi oleh Bajaj di pabriknya yang berlokasi di Chakan, India dan pihak Bajaj bisa melakukan alih teknologi KTM pada produk mereka terutama All New Pulsar.

Saat ini kapasitas produksi Bajaj untuk KTM Duke 125 dan 200 mencapai 30.000 unit per tahun, sekitar 11.000 unit disiapkan untuk diekspor ke Eropa dan Amerika, sedangkan target penjualan di India sendiri adalah 2000 unit per bulan… Waw lumayan banyak yaaa… Sebagai perbandingan, secara global, tahun kemarin KTM membukukan penjualan semua line up-nya 81.000 unit.

Di India sendiri, Bajaj sangat serius menjual Duke dan produk KTM lainnya. Sebanyak 34 showroom Probiking miliknya yang tersebar di seluruh wilayah India dirubah menjadi Dealer KTM, padahal selain menjual produk Bajaj dan KTM, Probiking juga masih menjual produk Kawasaki, Ninja 250 dan 650. Bajaj optimis bisa menguasai pasar motor India dengan menjagokan Duke dan Pulsar series, apalagi 1.17 lakhs untuk Duke 200 adalah harga yang sangat kompetitif dan nantinya New Pulsar diposisikan dibawahnya.

Yang mencengangkan, pihak KTM pun mengumbar statment bahwa mereka akan upayakan bisa menjual motor Bajaj di jaringan punjualannya di Eropa…! Paling tidak dalam waktu 2 tahun kedepan. “We’re looking to sell Bajaj models through ours dealers, this could happen in about two years. Europe is though not a market for the cheaper models” ujar Mr. Stefan Pieres, CEO of KTM-Sport Motorcycle AG saat peluncuran KTM Duke 200, Selasa (24/01) kemarin. Kereeen…. Tapi apakah memang Pulsar bisa diterima market Eropa? Semoga All New Pulsar bisa menjawabnya.

Nah, kalau sudah begini gak salah kalo dikatakan “Bajaj memproduksi Duke dan KTM menjual Pulsar”… Silahkan dikomentari mazbro… (kDW)