Arsip untuk Oktober, 2011

Minerva Sachs XTC 250

Jika mendengar ‘Megelli’ pasti pikiran anda akan tertuju pada sosok motor 250cc dari Minerva Motor Indonesia (MMI). Tapi mungkin sedikit bingung dengan ‘Sachs’, padahal ini awalnya adalah pabrikan Eropa yang diakuisisi oleh Minerva sehingga akhirnya nama keren pabrikan ini menjadi ”Minerva Sachs” dengan embel-embel ‘teknologi Jerman’.

Nah, sekarang KDw akan membahas salah satu produk motor sport dari Sachs yang akan diadopsi oleh Minerva, yaitu Minerva Sachs XTC 250. Pada awal tahun 2009, pihak MMI telah merancang ulang dan mengembangkan motor ini, bahkan prototype-nya sempat dipajang di PRJ dan IIMS 2009, KDw pun dibuat kepincut dan langsung meraba-rabanya hehehe… Ketika dikorek informasinya, sang SPG bilang ”mau dijual 30jt-an mas…” Wooow… Layak ditunggu, pikir KDw waktu itu. 😀

Rencananya motor ini akan diposisikan lebih superior dibanding saudaranya yaitu Megelli 250R (Gen 1), motor ini akan menggendong mesin 250cc, SOHC berpendingin cairan tidak seperti versi Eropa yang masih 125cc, design lampu dan fairing lebih futuristik, buritan lebih melancip dengan stoplamp mungil, rangka tubular khas design motor Eropa, knalpot pendek layaknya motor prototype motoGP dan kaliper rem lebih mumpuni dengan 4 piston bercakram lebar. Tapi sayang, yang rencananya akan dilaunching di bulan April 2010 sampai sekarang belum keliatan batang knalpotnya, mungkinkah karena MMI direpotkan dengan permasalahan Megelli 250R gen satu lalu mesin yang tadinya diperuntukan Sachs XTC 250 ini dipakai gen keduanya Megelli? Ahh… Semoga saja tidak ya.

Seandainya MMI jeli dan sudah siap, sudah saatnya Sachs XTC 250 ini ditelurkan di 2012, biar makin rame dan banyak pilihan. Gimana? Silahkan dikomentari mas bro…. (KDw)

Alhamdulillah… Hari ini tepat hari yang ke-10 KDw nge-blog dan dwidhaswara.wordpress.com sudah masuk di dua agregator blog otomotif Indonesia, yaitu KOBOYS dan Indomotoblog…! Padahal baru posting 7 artikel hehehe… :malu:

Setelah kemarin (13/10) KDw ‘dikagetkan’ oleh adanya link blog ini di sudut kiri bawah KOBOYS, lalu share ucapan terimakasih di group rahasia-nya KOBOYS, mas Elsa Barto pun meminta izin untuk memasukan blog ini ke agregator Indomotoblog. Dan hari ini, ketika ngubek-ngubek Indomotoblog, blog ini pun sudah ada dengan posisi yang sama seperti di KOBOYS. Thanks brother… Pencapaian yang luar biasa dan merupakan kebanggaan bagi KDw di 10 hari pertama. Semangat…

Oh ya, sengaja tanpa gambar tapi ini bukan HOAX ya, sambangi saja;
http://koboys.wordpress.com
http://indomotoblog.wordpress.com

Silahkan dikomentari mas bro… 😀 (KDw)

2001 Bajaj Pulsar 150

Anda tahu Pulsar? Ya, pasti anda mengenal betul sosok motor keluaran Bajaj ini, tapi disinyalir kurang mengenal dan tahu bagaimanakah generasi awalnya. Yuk kita bahas…

Pada akhir tahun 1990-an, pasar India didominasi oleh motor-motor kecil karena dikala itu masyarakat menuntut kendaraan yang efesien. Hal inilah yang mendorong Bajaj Auto bekerjasama dengan Tokyo R & D, sebuah perusahaan design sepeda motor asal Jepang untuk merancang model motor yang meskipun berkapasitas mesin besar tapi efesien dalam konsumsi bahan bakar.

Pada tahun 2001 lahirlah Bajaj Pulsar. Pulsar generasi awal ini menggunakan mesin 4 stroke SOHC single cylinder berkubikasi 150cc dan bisa memuntahkan tenaga maksimal 12 bhp di 8500 rpm, sangat powerfull ketika itu dibanding motor-motor sejenis di India. Beda dengan Pulsar sekarang, generasi awal ini hanya memakai satu busi, menggunakan lampu bulat, shock breaker, lampu rem dan tutup tanki yang sederhana dan sudah mengaplikasikan rem cakram standar motor India di awal tahun 2000-an.

Generasi awal yang nampak jadoel 😀


Dengan tanki besar berkapasitas 18 liter dan lekukan body yang macho berotot, Pulsar memiliki daya tarik tersendiri bagi bikers India saat itu, apalagi auranya dipertegas dengan slogan ”Definitely Male”. Konon katanya, design motor ini terinspirasi oleh bentuk otot lengan manusia, bukan serigala… 😀

Berikut adalah spesifikasinya ;

Engine
Type; SOHC 4 stroke, single cylinder, 2 valves.
Displacement; 143,91cc
Max power; 12 bhp/8500 rpm
Max torque; 1,1 kgm/7000 rpm
Bore x stroke; 57 x 56,4 mm
Compression ratio; 9,5 : 1

Ignition; CDI electronic
Fuel system; Mikuni CV BS26, side draught carburettor
Gear box; 5 speed manual
Kerb weight; 132 kg
Ground clearence; 155 mm
Fuell Capacity; 18 litres

Suspension
Front; Telescopic fork, 125 mm travel
Rear; Double sided swing arm, 5-way adjustable shock absorbers

Tyre
Front; 1,6×18 / 1,85×18
Rear; 2,75×18 / 3,00×18

Brakes
Front; 240 mm disc
Rear; 130 mm drum

Satu hal yang harus diperhitungkan bahwa Pulsar merupakan upaya awal Bajaj Auto sendiri dalam membuat sepeda motor, tidak ada mitra pabrikan Jepang seperti motor lokal lainnya yang bekerjasama dengan Honda dan Suzuki. Begitu pun pada tahap pengembangan sampai dengan sekarang, tapi setelah 10 tahun belajar dan bekerja keras kini Pulsar telah membuktikan kehandalannya. (kDW)

Kang Suud (pendiri P2C) dan kang Dadang (pendiri SPC) saat testride Megelli di PRJ 2010

Kali ini KDw tidak akan banyak mengulas, hanya meng-copas update status di facebook hari ini. Status ini isinya adalah harapan spontanitas dari seorang Pulsar owners yang telah membuktikan kehandalan mesinnya dan kebetulan juga pengagum design Megelli 😀

Berikut ini isi statusnya;
”Minerva seandainya masih fokus menjadi ‘sales only’ tanpa niat ngembangin manufacture dan riset sendiri baiknya mencoba kerjasama dengan Bajaj untuk menjual ”Minerva Megelli 220 DTSi – Limited Edition”. Gantengnya dapet, kentjangnya dapet, murah dan lakunya pun pasti dapet… 22jt dibungkus satu!” 😀

Silahkan dikomentari mas bro… (KDw)

Sumber photo : pridesonline.wp

Beberapa bulan yang lalu, di India, tepatnya di forum XBHP dihebohkan dengan ulasan FZ16 a.k.a Byson yang melakukan engine swap menggunakan mesin Honda berkode MD21E yang biasa dipakai Honda AX-1 dan NX250. Performa pun terdongkrak, mesin berkubikasi 250cc DOHC 4 valve ini pun menghasilkan tenaga maksimal 25 Hp dengan torsi 21,5 Nm.

FZ16 a.k.a Byson menggendong mesin Honda NX250

Nah… Tak kalah heboh, di Indonesia jurus pintas meng-upgrade performa ini dilakukan. Ngintip dari blognya om Bennythegret, ada spyshoot ”Kawasaki Byson 250”. Lho kok bisa? Ya…. Sang kebo ini menggendong mesin dan jeroan N250R !!! Lihat saja pipa knalpot double yang nyembul di depan mesin 😀

Kawasaki Byson 250 di Jogjakarta

Dari kedua fenomena diatas, KDw mengambil dua kesimpulan, yaitu;

Pertama, bike enthusiast menginginkan performa yang lebih pada sosok Byson yang gagah, mereka menyadari lemotnya mesin 153cc Yamaha ini sehingga rela melakukan engine swap dengan mesin yang lebih powerfull.

Kedua, sudah saatnya Yamaha mengeluarkan motor berkubikasi 250cc di tanah air. Setuju? Silahkan dikomentari mas bro… (KDw)

Honda CS-1

Honda CS1. Mau dibawa kemana?

Masih ingat Honda CS-1 ? Ya, motor ”urban style” yang diperuntukan melesat di jalanan perkotaan ini adalah motor hasil kreasi dari AHM. Menurut KDw desainnya sangat unik, futuristik dan tampil beda, tapi banyak juga yang mencibir karena dianggap aneh… Motor bebek bukan, motor laki pun bukan hehehe… 😀

Design-lah yang menjadi faktor utama seretnya penjualan. Beberapa waktu yang lalu AHM mencoba melakukan refreshment tampilan dengan dihadirkannya striping baru yang lebih dinamis, tapi lagi-lagi tidak membantu meningkatkan angka penjualan yang signifikan. Saatnya berubah…

Sebenarnya design CS-1 sangat bagus, segaris dengan motor sport touring Honda, yaitu Varadero. Bahkan Ducati pun meluncurkan Multistrada yang hampir mirip 😀 Nah, AHM baiknya segera merubah konsep ”urban style”-nya CS-1 menjadi ”sport touring”, selain ganti kelamin menjadi motor batangan, langkah ini pun menjadikan AHM sebagai pioner motor adventure di Indonesia.

Pengganti CS-1 kah?

Seperti apa perubahannya? Copy paste saja keluarga Varadero terkecil yaitu Honda XL125 Varadero, mungkin design sedikit ada penyesuaian dan performa mesin lebih ditingkatkan.

Menurut KDw, dijadikannya CS-1 menjadi motor sport touring lebih mudah dan masuk akal dibanding CS-1 dituntut menjadi motor bebek super pesaing Satria FU yang mengharuskan upgrade serius di mesin. Gimana AHM? Dijamin laris degh… 😀

Honda XL125 Varadero


Keren kan? Silahkan dikomentari mas bro… (KDw)

Avanger adalah sepeda motor bergaya cruiser yang dirancang dan diproduksi oleh Bajaj Auto di India. Awalnya motor ini diposisikan sebagai motor premium dari Bajaj dengan basis Kawasaki Eliminator EL175, silinder tunggal dan berpendingin udara. Lho…, bukannya sekarang pake mesin Pulsar 220cc ??? Betul banget bro, untuk lebih jelasnya yuk kita telusuri sejarahnya.

Kawasaki Eliminator (2001)

Kawasaki Eliminator

Bajaj Kawasaki Eliminator EL175

Kawasaki Eliminator ini merupakan keluarga cruiser dari Kawasaki mulai dari 125cc sampai dengan 1000cc, diantaranya berkode EL125, EL175, EL250 (1988-1997), VN250 (1998), ZL400, ZL500, ZL600, ZL750, ZL900 dan ZL1000. Nah, yang diadopsi Bajaj Auto mulai tahun 2001 adalah yang berkode EL175, mesin yang berkubikasi 174cc dan bertenaga maksimal 15,2 Hp dengan torsi 13,7 Nm ini diimport langsung dari Jepang. Model ini dijual seharga RS. 90.000,- sampai dengan tahun 2005 sebelum Bajaj memutuskan untuk merubah konsepnya menjadi Avanger, motor cruiser dengan harga terjangkau.

Avanger 180 DTSi (2005)

Bajaj menghentikan penjualan Eliminator dan meluncurkan Avanger pada 10 Juni 2005 dengan model yang sama, yang membedakan hanya mesin saja. Mesin yang digunakan adalah mesin Pulsar 180 DTSi sehingga bisa menekan harga jual sampai 33% atau dijual hanya RS. 60.000 saja. Penurunan harga ini dikarenakan sudah bermesin Bajaj, diproduksi dan dirakit secara lokal. Selain itu juga ada peningkatan performa menjadi 16,5 Hp dengan torsi 15,2 Nm walaupun lebih rendah dari Pulsar 180 karena ada penyesuaian ulang sesuai karakter motor cruiser.

Avanger 200 DTSi (2007)

Pada bulan Oktober 2007 Bajaj Auto memutuskan untuk mengganti mesin Avanger dengan mesin Pulsar 200 DTSi, berkubikasi 198,8cc, oil cooled! Seperti halnya pada Avanger 180, ini juga ada penyesuaian, yaitu hanya bertenaga 17,5 Hp @8000 rpm (0,5 Hp lebih rendah dari Pulsar 200) dan torsi 16,7 Nm @6000 rpm.

Avanger 220 DTSi (2010)

Bajaj Avanger 220 DTSi


Setelah sukses dengan ‘The fastest Indian’ Pulsar 220 DTSi, Bajaj kembali meng-upgrade Avanger dengan memanfaatkan ketangguhan mesinnya agar bisa berkompetisi dengan motor sport dan cruiser lainnya di India. Avanger 220 DTSi dipersenjatai mesin 4 stroke berpendingin udara (big oil colled) dan bertenaga maksimal 19,03 Hp @8400 rpm dan torsi 17,5 Nm @7000 rpm. Dibanding Pulsar 220, Avanger 220 memiliki tenaga 2 Hp dan 1,6 Nm lebih rendah, tapi jika dibanding Avanger 200 ada peningkatan 1,5 Hp dan 0,8 Nm. Harganya? Lebih murah dari Pulsar 220 bro, di India dijual RS. 69.930 saja…. 😀