Posts Tagged ‘Komplain’

Zia Auto Care adalah bengkel modern terpadu yang cukup ternama di kota Subang, berpusat di Jln. Arief Rahman Hakim (perempatan Tegal Kalapa) dan telah membuka cabang di Jln. MT. Haryono (perempatan Cadika), Subang. Layanan penjualan accesories/sparepart dan jasa service lengkap untuk mobil dan motor yang dilengkapi caffe ber-free hotspot juga layanan cuci kendaraan merupakan daya tarik tersendiri. Bahkan cabangnya di MT. Haryono dipadu dengan resto cepat saji JFC, Jupe Fried Chicken. Siapa yang gak betah coba? Service rutin sekalian sambil nyuci, saat menunggu bisa sambil ngopi-ngopi / makan dan internetan sepuasnya.

Ya, hal diataslah yang membuat kDW juga lebih memilih mencuci Pulsar kesayangan di Zia Auto Care walau tarifnya 3ribu lebih mahal dari tempat pencucian motor lainnya. Tapi hari ini (17/11) kDW mengalami puncak kekecewaan. Layanan pencucian kendaraannya seakan mendiskriminasikan konsumen yang membawa kendaraan roda dua, alias motor.

Hari ini adalah ketiga kalinya (berturut-turut) motor kDW ditolak untuk dicuci di Zia Auto Care Jln. MT. Haryono, Cadika – Subang dengan alasan yang sama, “karyawan yang mencuci motor tidak masuk kerja”. Padahal setiap ada penolakan itu setidaknya ada lebih dari 10 orang karyawan dan 1 dari 3 tempat cuci mobil sedang kosong, artinya tidak sedang penuh dan dengan sedikit sabar menunggu motor saya bisa dikerjakan. Toh kDW juga mau sambil menikmati paha ‘Jupe’, menunggu sampai sejam pun gak masalah lah.

Sesaat setelah motor diparkir dekat tempat cuci motor kDW merasa dicuekan, tidak ada karyawan yang menghampiri, semua sok sibuk dengan kerjaannya. Baru setelah menyapa dan menunjuk ke arah motor, seorang karyawan memberitahu rekan kerjanya (koordinatornya mungkin), dan setelah mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat didapat jawaban “Teu tiasa A, nu didamelna teu lalebet” (Gak bisa mas, yang kerjanya gak pada masuk). Bahkan sewaktu penolakan kedua ada tambahan kalimat, “Besok kesini lagi aja”. Whattt? Mau nyuci motor sekarang harus nunggu besok!? Untungnya saat itu masih bisa sabar.

Mendengar penjelasan itu, kDW menghampirinya dan bilang, “Kang, tau gak. Saya sudah ketiga kalinya ditolak gini. Apa enak??”, melihat kDW sedikit emosi dia panggil temennya, “Gimana ini?”, seraya mau mencuci motor. “Sudah, gak perlu. Saya cuma minta ketemu atau minta nomor Hp bos disini aja. Saya mau komplain…!”. Dengan gugup karyawan itu mempersilahkan kDW menemui koordinatornya. Tapi sang koordinator bungkam dan menyuruh saya menemui bosnya di bengkel yang di Tegal Kalapa, akhirnya saya ‘dilempar’ ke resepsionis yang juga akhirnya berusaha merujuk kDW menemui seseorang di JFC untuk mendapatkan nomor Hp bos-nya tersebut. Tapi kDW menolak diping-pong, akhirnya terjadi percakapan;

“Sudah, kalo gak ngasih saya komplain ke mbak aja. Tolong sampaikan ke bos-nya. Mbak apakah tempat pencucian ini untuk mobil saja? Atau juga termasuk motor?”

“Termasuk motor juga A. Emang kenapa?”

“Mbak, motor saya sudah 3x berturut-turut ditolak nyuci disini. Kalo memang gak terima motor, tolong pasang plang “KHUSUS MOBIL”, saya hargai dan gak akan protes kayak gini. Ini diskriminasi! Atau nyuci motor saya itu lebih susah dari mobil? Tinggal sesuaikan lagi aja harganya, yang penting pelayanan memuaskan.”

“Mungkin lagi penuh A, jadinya begitu. Ma’afin ya A”

“Oke. Tapi kenapa ditolak berkali-kali? Lagian kan saya bisa menunggu. Sambil makan, ngopi atau bengong sekali pun mbak.”

Nah, postingan ini kDW tulis sebagai ungkapan “komplain” kepada pihak pimpinan dan management Zia Auto Care. Semoga bisa menanggapinya dengan bijak, mengklarifikasi dan memperbaiki/membenahi SOP pelayanannya. Kalau seandainya masalah penolakan ini akibat malasnya para karyawan mencuci motor saya (Pulsar memang banyak celah yang susah dibersihkan), mohon berikan teguran guna mempertahankan kwalitas pelayanan. Jika keberatan tinggal disesuaikan saja tarifnya, harus bayar berapa? Terimakasih.

(kDWblog)

Iklan