
BCU Pulsar
Istilah BCU lumayan familiar di kalangan penyemplak Pulsar series karena ini adalah salah satu fitur canggih yang dimiliki Bajaj Pulsar. Namun disinyalir masih sedikit yang tahu lebih dalam apa sich BCU itu? Cara kerjanya gimana dan apa kelebihan serta kekurangannya. Yuk mare kita bahas…
BCU singkatan dari Body Control Unit, merupakan sebuah sistem kelistrikan yang mengintegrasikan semua fungsi elektrik, pengontrol dan pengaman arus serta manajemen daya beban dalam satu modul. Benda berbentuk kotak dan berwarna coklat yang ditempatkan didalam headlamp ini mengatur sistem kelistrikan pada lampu utama, lampu senja, lampu indikator switch di stang, lampu sien, klakson, speedometer, elektrik starter dan lainnya. Misalnya ketika lampu depan filamen untuk jarak dekatnya putus, otomatis BCU akan menyalakan fungsi lampu jauh, padahal saklar masih pada posisi lampu dekat tapi tapi indikator lampu jauh di speedometer menyala.
Selain fungsi mengontrol arus, BCU ini pun berfungsi sebagai flasher dan pengaman arus, bukan saja arus positif, tapi juga arus negatif. Keren kan?… Sistem kelistrikan seperti ini hanya digunakan di mobil-mobil keluaran terbaru. Coba saja rumah saklar stang Bajaj Pulsar dipindah ke motor lain, pasti gak akan berfungsi karena tanpa BCU.
Teknologi canggih ini perlu perlakuan khusus, ada beberapa hal yang harus dihindari untuk menjaga agar BCU tidak rusak, diantaranya:
- Tegangan harus stabil. Jika arus dari aki tidak stabil berpotensi untuk merusak BCU maka sering-seringlah mengontrol kondisi aki secara periodik.
- Lindungi dari air. Terpaparnya soket-soket kelistrikan oleh air akan menimbulkan konslet dan merusak BCU. Upaya pencegahannya, lapisi soket dengan sealer dan hindarilah semprotan air bertekanan tinggi saat mencuci terutama pada bagian belakang headlamp.
- Jangan sembarang memasang aksesoris kelistrikan. Pemasangan perangkat berlebih pada kelistrikan akan menyita banyak arus dan berakibat tegangan tidak stabil.
- Lepaslah soket-soket ke BCU jika melakukan pengelasan pada rangka.
Bagaimana kalo rusak??? Kelistrikan akan error. Seperti yang baru saja dialami kDW (lihat artikel sebelumnya), adanya disfungsi elektrik starter dan ketika mesin sudah hidup dengan cara diengkol atau didorong (pada Pulsar 180 UG-4, 200 dan 220 minus kick starter) lampu sien, klakson dan lampu utama tetap gak berfungsi, padahal ketika kontak on tapi mesin belum hidup fungsi lampu sien dan klakson normal. Pada beberapa kasus lampu utama nyala walau saklar pada posisi off. Menjengkelkan bukan? Tapi jangan tergesa-gesa memvonis BCU, cek dahulu semua kelistrikan di bengkel resmi terdekat dan berdasarkan panduan trouble shooting Bajaj, di bengkel resmi harusnya ada alat pengecekan kondisi BCU.
Saat kondisi seperti ini, selain menyusahkan, sangat membahayakan kalo motor dibawa riding. Mau gak mau harus secepatnya ganti BCU, tapi harganya mahal bro…. 450-550rb-an hiks! Saran nich buat Bajaj, apa susahnya sich bikin soket ‘water resistant’ dan harap letak BCU beserta soket-soket kelistrikan supaya lebih terlindungi. Semoga di Pulsar 200NS sudah begitu, karena denger-denger BCU letaknya sudah dibawah jok pengendara. Semoga berguna…. (kDW)